Tampilkan postingan dengan label pangkep memilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pangkep memilih. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 31, 2010

Incar Wabup, Kepala KPT Mundur

PANGKEP MEMILIH -- Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Pangkep Abdul Rahman Assegaf mengundurkan diri dari jabatannya. Abdul Rahman mengundurkan diri karena ingin maju sebagai Wakil Bupati Pangkep pada Pilkada Pangkep Juni 2010 mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pangkep Surya Agraria mengaku yang bersangkutan sudah mengajukan surat permohonan persetujuan mengundurkan diri sebagai pejabat negara sejak awal pekan lalu. "Surat itu sekarang ada sama bupati. Tinggal ditandatangani," kata Surya di Kantor Bupati Pangkep, Jumat 29 Januari.

Lantaran peran KPT sangat penting, Surya mengatakan pihaknya akan segera mencarikan pelaksana tugas paling lambat minggu depan. Untuk saat ini, tambah Surya, KPT akan berada dalam kendali langsung Bupati Pangkep hingga pelaksana tugas telah ditunjuk menduduki jabatan tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Abdul Rahman Assegaf mengakui pengunduran dirinya sebagai pejabat negara berkaitan dengan keinginannya untuk terlibat langsung dalam suksesi Pilkada Pangkep.
"Tapi bukan pengunduran diri dari jabatans struktural, ya, tapi aturannya kan, kalau PNS mau maju Pilkada, harus membuat pernyataan bersedia mengundurkan diri kepada atasan apabila terpilih," katanya.

Jika beruntung pada pilkada ini, Abdul Rahman akan menjadi Wakil Bupati Pangkep berpasangan dengan Syamsuddin Hamid Batara yang saat ini tercatat sebagai Ketua DPRD Pangkep. Namun jika tak terpilih, Abdul Rahman akan kembali menjadi PNS. (aha)

Selasa, Oktober 27, 2009

Manuver Incumbent untuk mengendarai Golkar

PANGKEP MEMILIH-- Syafrudin Nur kembali memperlihatkan kepiawaiannya sebagai seorang politisi gaek. Setelah ia berhasil membujuk dan menggaet beberapa kader Golkar untuk mendukungnya maju sebagai incumbent, kini ia bermanuver dengan cara terus menerus menjalin komunikasi ke Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel agar dapat diusung oleh partai yang berlambang pohon beringin itu. Bagaikan gayung bersambut, ketua DPD I Ilham Arif Sirajuddin pun menegaskan bahwa "Golkar sekarang ini sangat terbuka dan demokratis, Golkar tidak akan memaksakan mendorong kader yang tingkat elektibilitasnya rendah.

Sementara itu, dua kandidat Bupati Pangkep lainnya juga mendaftar di Golkar. Mereka adalah Andi Baso Amirullah dan Fadillah Mallarangang. Baso Amirullah hanya bisa bernostalgia tentang sepuluh tahun yang silam "Saat saya menjabat bupati Pangkep, hanya Fraksi ABRI yang ada di luar Golkar. Sekira 90 persen dewan yang duduk di parlemen adalah orang Golkar," ungkapnya.

Meski Ketua DPD Golkar Pangkep, Syamsuddin Hamid akan bertarung dalam pilkada Pangkep mendatang, namun bukan berarti ia akan melenggang mulus dalam penentuan kandidat yang mengendarai partai berlambang pohon beringin tersebut.

Para pendaftar lain, termasuk incumbent, Syafrudin Nur juga memiliki peluang sama. Bupati Pangkep itu juga berpeluang mengendarai Golkar dalam pilkada mendatang. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arif Sirajuddin yang dihubungi Senin, 26 Oktober mengatakan, pada dasarnya, partai mereka memang tetap mengedepankan kader partai.

Namun bukan berarti peluang kandidat lain untuk mengendarai Golkar tertutup. "Golkar sekarang ini sangat terbuka dan demokratis. Meski begitu, tentu saja kita mengedepankan kader sendiri," katanya.

Bagi Ilham, hasil survei akan menjadi penentu siapa sosok yang akan diusung di pilkada. Itu berlaku umum untuk kabupaten lainnya yang melaksanakan pilkada 2010 mendatang. "Kita mau melihat elaktibilitas. Jadi untuk pilkada, bisa saja bukan kader yang diusung. Apalagi saat ini, kita tidak lagi menggunakan sistem konvensi melainkan survei," katanya menyinggung peluang Syafrudin.

Menurutnya, Golkar tidak akan memaksakan mendorong kader yang tingkat elektibilitasnya rendah. Sebab Golkar ingin menang di semua kabupaten yang melaksanakan pilkada. "Jadi kalau bupati mendaftar dan kemudian kita usung, itu hal wajar. Ketua-ketua DPD II juga sudah mengatakan kalau semua upaya sudah dilakukan dan tidak yakin bisa menang, mereka siap mengalah. Jadi tidak masalah," jelasnya.

Apakah memang calon yang disodorkan oleh Golkar pada Pilkada Pangkep 2010 tidak qualified dan tingkat elektibilitasnya rendah ?
Apakah ini pertanda tidak solidnya partai Golkar sebagai partai terbesar di Pangkep ?
Apakah Pangkep bisa disamakan dengan sepuluh tahun yang lalu ?


sumber :
http://www.facebook.com/group.php?gid=95049021306&v=app_2373072738&ref=search#/edittopic.php?uid=95049021306&action=8
fajar online, seluruh dunia membacanya.

Senin, Oktober 26, 2009

Kadis PUTR, Ir Ismoenandar diperiksa di Polres Pangkep

Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran 1 M

PANGKEP MEMILIH- Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ir Ismoenandar, Senin 26 Oktober (hari ini) akan menjalani pemeriksaan di Mapolres Pangkep. Pemeriksaan ini terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan Kantin dan Musala DPRD Pangkep tahun 2008.

Polres Pangkep melakukan pemeriksaan setelah reaksi masyarakat Pangkep yang mendesak penegak hukum mengusut proyek yang diduga bermasalah. Kasat Reskrim AKP Syukri Abham kepada fajar mengatakan Kadis PUTR akan menjalani pemeriksaan, esok. Pemeriksaan ini sebagai proses penyelidikan indikasi mark-up anggaran musala dengan total anggaran satu miliar.

"Ini baru penyelidikan apakah terjadi tindak pidana korupsi ataukah tidak. Jadi baru sekadar dimintai keterangan," terang Syukri di Mapolres Pangkep, Minggu 25 Oktober. Sebelumnya, Kasubdin Bina Teknik
dan Jasa Konstruksi Dinas PUTR, Agus Salim telah menjalani pemeriksaan terkait kasus yang sama. Namun, Syukri belum berani membeberkan hasil pemeriksaan pejabat teras dalam lingkup Dinas PUTR.

"Kita belum berani mengambil kesimpulan, pastinya pak Agus kita telah periksa dan kita akan lanjutkan kasusnya jika terbukti adanya penyalagunaan anggaran yang merugikan negara," ungkap Syukri Abham.

Di tempat terpisah, ketua Ascumindo Muhammad Aryad Yunus mendesak Bupati Pangkep Ir Syafrudin Nur MSi mengevaluasi kinerja Kadis PUTR yang telah melakukan banyak kesalahan. Banyaknya proyek bermasalah tegas dia, paling parah adalah proyek pengairan Tombolo yang menggunakan dana stimulus yang anggarannya sudah cair di tangan kontraktor sedangkan lahannya tidak tersedia.

"Jika kesalahan SKPD adalah tanggung jawab SKPD, maka kewajiban bupati untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan SKPD. Kalau perlu memberikan sanksi keras sebagai efek jera bagi pimpinan SKPD yang lain yang meyalagunakan jabatan," tegas Arsyad.

Jika bupati tidak melakukan evaluasi kata Arsyad, maka tingkat kepercayaan akan kepemimpinan bupati akan menurun dalam pandangan publik.

Syamsul: Kadis PUTR Telah Minta Maaf

Kepala Dinas Sosial Syamsul Ibadi Anis menyayangkan pernyataan Kadis Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Ir Ismoenandar yang menuding anggaran yang digunakan dalam lanjutan pembangunan kantin dan musala DPRD pangkep bersumber dari anggaran sosial.

Komentar yang dimuat di Fajar edisi Selasa 20 Oktober, ia anggap pembohongan publik dan menciderai dirinya dan instansi yang dipimpinnya. Pernyataan inipun sempat membuat hubungan dua pimpinan SKPD itu renggang.

"Anggaran sosial dari mana. Anggaran pokok sudah sangat jelas pengalokasiannya, sedangkan anggaran perubahan belum dibahas sampai sekarang. Jadi kalau dibilang anggaran dari sosial, itu tidak benar,"
kesal Syamsul, Sabtu 24 Oktober di sela pemaparan visi dan misi Ir

Syafrudin Nur di hadapan pengurus Partai Bintang Reformasi (PBR). Namun ia mengaku Ir Ismoenandar telah meminta maaf atas kekeliruan dalam mengeluarkan pernyataan. Walau demikian, permintaan maaf tidak berarti karena telah terekspos oleh media. (slm)

Jumat, Juni 26, 2009

Antara Syafrudin, Baso, dan Taufiq


Jelang Pilkada Pangkep

PEMILIHAN Bupati dan Wakil Bupati Pangkep baru berlangsung tahun 2010 mendatang. Namun aroma persaingan mulai terasa saat ini.

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Pangkep Syafrudin Nur sudah menyatakan kesiapannya kembali bertarung untuk menduduki kursinya di periode kedua.
Hampir di setiap sambutannya, Syafrudin menegaskan dirinya siap melanjutkan pembangunan di Pangkep periode lima tahun ke depan.
Beberapa hari lalu, di sebuah acara di Segeri, Pangkep, Syafrudin bicara lugas. "Dalam pilpres silakan memilih sesuai nurani. Tapi dalam pilkada nanti, jangan sembarang memilih," tegas Syafrudin.
Meski disampaikan dengan nada canda, namun beberapa tokoh yang mendengarkannya mengatakan ungkapan itu bukan lagi sekadar pemberitahuan tapi sudah mengarah ke peringatan bagi para bawahannya untuk tetap setia dan solid.
Syafrudin memang tetap dijagokan kembali menakhodai daerah penghasil bandeng ini jika dia mulus mencalonkan diri kembali. Penetrasi yang dilakukannya sejak beberapa bulan lalu sudah membumi.

Gerilya Baso
Setelah "menghilang" dari Pangkep selama beberapa tahun, mantan Bupati Pangkep Baso Amirullah tiba-tiba muncul kembali.
Kehadirannya sejak beberapa bulan terakhir di Pangkep kian menghangatkan aroma pilbup di daerah ini. Baso mulai muncul di publik Pangkep, Februari lalu.
Perwira tinggi (pati) Mabes TNI ini berada di sekitar rumah jabatan bupati (rujab) dari pagi hingga malam. Jenderal bintang satu ini malah sempat main tenis di lapangan yang selalu ia gunakan berolahraga sembilan tahun silam.
Malamnya, Baso menjadi pusat perhatian beberapa pihak di tengah taburan cahaya kembang api. Ratusan kembang api sengaja dibakar untuk memeriahkan HUT Ke-49 Pangkep, malam itu. Baso menjadi salah satu pusat perhatian warga yang hadir.
Sejak itu, setiap pekan Baso ke Pangkep. Dia malah sudah membuat tim sukses yang dia namakan Laskar Basmalah. "Biasanya Pak Baso di Pangkep tiap hari Sabtu hingga Minggu," ujar tim Laskar Basmalah, Haji Nur Achmad.

Kesiapan Taufik
Direktur PT Maruki Internasional Indonesia Taufik Fachrudin pun sudah menyatakan kesiapan untuk kembali menjajal Syafrudin di Pilbup Pangkep 2010.
Pada Pilbup Pangkep 2005 lalu, Taufiq harus mengakui keunggulan Syafrudin. Kala itu, Taufiq berpasangan dengan Andi Ilyas Mangewa. Kini, Taufiq mengaku lebih matang dalam persiapan.
Menurut Taufik, ikut dalam pemilihan bupati empat tahun yang lalu menjadi pengalaman yang berharga untuk merebut suara dari rakyat pada pemilihan tahun depan.
Putra mantan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Fachruddin ini mengatakan, sejumlah tokoh masyarakat Pangkep telah mendatangi untuk meminta kesediaannya menjadi pemimpin di daerah itu.
"Saya diminta oleh beberapa tokoh masyarakat untuk maju dalam pemilihan bupati tahun depan," jelas Taufik di Makassar, Selasa (9/6).
Kepada tokoh masyarakat Pangkep tersebut, Taufik telah menyatakan kesediaannya untuk masuk dalam bursa pemilihan bupati 2010.
Sebagai langkah awal untuk masuk dalam kancah politik praktis tersebut, Taufik telah menyediakan segala sesuatunya di antaranya berkomunikasi dengan masyarakat di Pangkep.
Taufik membentuk komunitas di Pangkep dengan menggelar berbagai kegiatan sosial yang intinya pengembangan masyarakat setempat.

Pengusaha
Nama lain yang sudah mengapung di Pangkep untuk maju di pilbu, antara lain, pengusaha sukses di Jakarta asal Pangkep, Rudiman Saleh.
Pengurus DPP Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) ini terbilang lebih awal bersosialisasi door to door ketimbang figur selain Syafrudin.
Namun, seiring kesibukan di Jakarta, atensi sosialisasi Rudiman di Pangkep agak kendor beberapa bulan terakhir. Namun, dia pastikan timnya tetap bergerak.
Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Pangkep yang meraih suara terbanyak di pemilu legislatif lalu, Abdul Haris Gani, juga disebut-sebut bakal ikut bersaing.
Ketua DPD II KNPI Pangkep ini siap bersaing dengan Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep, Syamsuddin Hamid, untuk mengendarai partai pemenang pemilu di Pangkep ini.
Beberapa figur lain yang dinilai bakal maju meminta namanya tidak disebut dengan alasan strategi pergerakan. Ada juga beberapa pejabat pemerintah kabupaten (pemkab) yang minta tidak ditulis namanya karena alasan keamanan posisi.
"Jangan dulu tulis nama saya, dinda. Sekarang di Pangkep lagi gila-gilaan mutasi. Susah kita prediksi mutasi yang akan dilakukan Pak Bupati. Maka, demi keamanan, saya tidak usah dimunculkan dulu. Ada saatnya nanti saya muncul," ungkap seorang pejabat pemkab yang minta dirahasiakan identitasnya.(ba/bie)
Sumber: Tribun Timur <http://www.tribun-timur.com/read/artikel/32636>